hut ri 7312.jpg
You are here: Home Berita Kursus sebagai Solusi Atasi Masalah Pengangguran

Kursus sebagai Solusi Atasi Masalah Pengangguran

User Rating: / 0
PoorBest 

Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PNFI) Depdiknas Hamid Muhammad mengatakan, upaya untuk mempromosikan kursus dan pelatihan kepada masyarakat perlu terus dilakukan. "Dengan adanya pameran sangat bagus untuk mensosialisasikan dan mempublikasikan agar masyarakat semakin tahu bahwa ini adalah solusi bagi kehidupan mereka," katanya saat memberikan sambutan pada pembukaan Pameran Kursus dan Pelatihan di Mega Bekasi Hypermall, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Selasa (3/07/2008).

Pada acara yang dipandu oleh presenter Sony Tulung hadir Sekretaris Daerah Kota Bekasi Chandra Utama, Direktur Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Triyadi, dan Putri Indonesia Pariwisata 2007 Ika Fiyonda Putri. Pameran yang diikuti sebanyak 30 lembaga kursus dan pelatihan ini berlangsung mulai 3-6 Juli 2008.

Hamid menyebutkan, saat ini di Indonesia terdapat sebanyak 13.000 lembaga kursus dan pelatihan, tetapi hanya sedikit dari masyarakat yang mengetahui keberadaan lembaga-lembaga ini. Sementara, lanjut dia, dari sebanyak 111 juta orang angkatan kerja di Indonesia sekitar 10 juta orang atau 10 persennya adalah pengangguran. "Mereka adalah penganggur-pengangg ur terbuka yang harus mencari kehidupan di Indonesia ini," katanya.

Dari jumlah pengangguran tersebut, kata Hamid, paling banyak adalah lulusan SMA dan SMK yakni 41 persen. Dia menyebutkan, lulusan SMA yang menganggur sebanyak 26 persen, sedangkan lulusan SMK yang menganggur sebanyak 15 persen. Setiap tahun, lanjut dia, lembaga kursus melatih sebanyak 1,3 juta peserta didik. "Lembaga kursus ini akan lebih dominan mengatasi masalah pengangguran. Jadi sebenarnya ini adalah peluang bagi semua lembaga kursus untuk mempromosikan lembaga kursus melalui pameran," katanya.

Menurut Hamid, terdapat dua indikator keberhasilan penyelenggaraan kursus dan pameran. Pertama adalah banyaknya jumlah masyarakat yang mengikuti kursus, sedangkan indikator yang kedua adalah banyaknya peserta kursus yang dapat bekerja dan mandiri. "Lembaga kursus bukan hanya memperbanyak jumlah peserta, tetapi juga memperbanyak menempatkan mereka untuk bekerja atau mandiri bekerja," katanya. Dia berharap, kepada penyelenggara kursus termasuk organisasi mitra untuk menyisihkan sebagian porsi peserta kursus bagi yang tidak mampu minimal sebanyak 10 persen.

Chandra mengatakan, partisipasi masyarakat terhadap pendidikan luar sekolah di Kota Bekasi cukup baik. Hal ini, kata dia, dibuktikan dengan banyaknya jumlah dan jenis lembaga kursus yakni sebanyak 320 lembaga, jumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebanyak 50 lembaga, lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nonformal seperti kelompok bermain, tempat penitipan anak, dan PAUD pada Posyandu sebanyak 303 lembaga.

Sementara, lanjut Chandra, perhatian terhadap pendidikan luar sekolah diwujudkan dengan meningkatnya anggaran sebesar Rp.650 jt pada 2006, Rp.2,7 milyar pada 2007, dan Rp.4,5 milyar pada 2008. Dia menyebutkan, jumlah kegiatan diperuntukkan untuk penuntasan buta aksara, pendidikan kesetaraan termasuk untuk Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) bagi siswa gagal UN, kecakapan hidup, pengembangan taman bacaan masyarakat, pengembangan kursus, PAUD, dan pembangunan gedung sanggar kegiatan belajar.

Ika mengungkapkan, masyarakat sekarang sulit mencari pekerjaan dan persaingan sangat banyak. Dia mengaku, keikutsertaannya pada kontes Putri Indonesia 2007 membuatnya lebih kaya akan ilmu karena banyak yang diajarkan salah satunya adalah kursus kecantikan. Dengan mengikuti kursus, kata dia, akan membuka jalan bagi masyarakat yang tidak memiliki pendidikan yang cukup. "Dengan memiliki keterampilan akan bisa bertahap hidup untuk mendapatkan mata pencaharian dan kalau sukses bisa mandiri. Kalau nanti saya sudah pandai mungkin saya bisa mendapat pendapatan sampingan.
 

Add comment


Security code
Refresh

  • Ekskul

  • ISO

  • Kepsek

  • Kata Bijak

1. PASKIBRA
2. Olah Raga
3. Karya Ilmiah Remaja (KIR)
4. ROHIS
5. SNIKER
6. DIKSI
7. PMR
8. Pramuka
9. English Club
Kepala SMA N 1 Kotagajah
No
Nama Kepala Sekolah
Masa Jabatan
1 Drs. R. Ahmad Matin 1979 - 1987
2 Hi. Slamet Soeparman, BA 1987 - 1996
3 Drs. Sukirman 1996 - 1999
4 Drs. Hamim Hamzah 1999 - 2000
5 Drs. Abdullah Makmur, HA 2000 - 2002
6 Drs. Syatbi Tahmid, MM 2002 - 2012
7 Drs. Mashudi, M.Pd 2012 - Sekarang
Sukses adalah perjalanan

Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir
Success is a journey, not a destination.


~Ben Switland~

Search

Polls

UNBK, menurut anda?
 

Calender

Last month August 2018 Next month
S M T W T F S
week 31 1 2 3 4
week 32 5 6 7 8 9 10 11
week 33 12 13 14 15 16 17 18
week 34 19 20 21 22 23 24 25
week 35 26 27 28 29 30 31

Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday55
mod_vvisit_counterYesterday150
mod_vvisit_counterThis week765
mod_vvisit_counterThis month2960
mod_vvisit_counterAll1508158